Bentuk-bentuk Interaksi yang Menghambat Terciptanya Keteraturan Sosial

Interaksi yang menghambat terciptanya keteraturan sosial adalah interaksi yang bersifat disosiasif, yakni interaksi yang mengarah pada bentuk-bentuk pertentangan atau konflik, seperti persaingan, kontravensi, dan konflik.

a.    Persaingan (Competitive)

Dalam kehidupan sehari-hari banyak ditemui persaingan, baik yang dilakukan oleh seseorang maupun oleh sekelompok orang. Di sekolah terjadi persaingan antara beberapa kandidat pengurus OSIS untuk memperoleh posisi ketua. Di pedesaan terjadi persaingan antara beberapa kandidat Kepala Desa untuk memenangkan pilkades, dan lain sebagainya. Pada dasarnya persaingan merupakan suatu perjuangan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk memperoleh hasil yang diinginkan tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik dari pesaingnya. Sesungguhnya persaingan dapat diatur dan dilaksanakan secara sehat dan tertib. Akan tetapi dalam pelaksanaannya persaingan sering diwarnai dengan tindakan-tindakan yang tidak wajar sehingga menimbulkan konflik.

b.    Kontravensi

Masing-masing pembalap pada dasarnya saling bersaing untuk meraih posis sebagai yang tercepat

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2002

Kontravensi merupakan suatu bentuk proses sosial yang menunjukkan gejala ketidaksenangan terhadap pihak lain, baik yang dinyatakan secara terang-terangan maupun secara tersembunyi. Kontravensi yang berkelanjutan dapat berubah menjadi rasa benci. Dilihat dari prosesnya kontravensi mencakup lima sub proses, yaitu:

1.    Proses yang umum, yakni adanya penolakan, keengganan, gangguan terhadap pihak lain, pengacauan terhadap rencana pihak lain, dan sebagainya.

2.    Kontravensi sederhana, seperti memaki-maki, menyangkal pihak lain, mencerca, memfitnah, dan lain sebagainya.

3.    Kontravensi  yang  intensif,  seperti  penghasutan,  penyebaran  desas-desus,  dan sebagainya.

4.    Kontravensi  yang  bersifat  rahasia,  seperti  mengumumkan  rahasia  pihak  lain, berkhianat, dan sebagainya.

5.    Kontravensi yang bersifat taktis, seperti intimidasi, provokasi, dan lain sebagainya.

c.    Pertentangan (Conflict)

Pertentangan atau konflik dapat terjadi sebagai akibat dari adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar sehingga menimbulkan jurang pemisah yang mengganggu proses interaksi sosial. Pada umumnya pertentangan atau konflik disebabkan oleh beberapa hal, antara lain adalah: (1) adanya perbedaan pendapat mengenai suatu hal yang bersifat mendasar, (2) adanya benturan kepentingan mengenai suatu objek yang sama, dan (3) adanya perbedaan sistem nilai dan sistem norma yang dianut.

Wujud pertentangan atau konflik dapat berbentuk( (1) konflik antarpribadi, yakni suatu pertentangan yang bersifat perseorangan, (2) konflik antarkelompok, yakni pertentangan yang terjadi antara dua kelompok, (3) konflik peranan, yakni suatu pertentangan yang terjadi akibat seseorang atau sekelompok orang berperilaku yang sama dengan perannya, (4) konflik status, yakni suatu pertentangan yang terjadi sebagai akibat dari adanya perbedaan status atau kedudukan dalam masyarakat, dan (5) konflik kebudayaan, yakni suatu pertentangan

Blog Pendidikan

Blog sumber referensi pendidikan daring yang banyak memuat konten hasil alih media dari Buku Sekolah Elektronik. Dikelola secara mandiri oleh Muhammad Fadillah Arsa.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *