Proses Interaksi Sosial

Ditinjau dari istilahnya, interaksi terdiri dari dua suku kata, yaitu inter yang berarti hubungan timbal balik dan action yang berarti tindakan. Dengan demikian istilah interaksi dapat diartikan sebagai suatu hubungan timbal balik yang terjadi antara dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. Proses interaksi dapat berlangsung apabila memenuhi dua syarat, yaitu: (1) adanya kontak sosial, dan (2) adanya komunikasi.

Kontak sosial merupakan peristiwa bertemunya antara satu pihak dengan pihak yang lain, baik antara individu dengan individu, antara individu dengan kelompok, atau antara kelompok dengan kelompok. Kontak sosial merupakan awal dari terjadinya interaksi sosial. Dalam kehidupan sehari-hari kontak sosial dapat terjadi secara langsung maupun secara tidak langsung. Kontak sosial secara langsung misalnya adalah kontak sosial antara seorang guru dengan para pelajar dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Sedangkan kontak sosial secara tidak langsung misalnya adalah melihat pengumuman kelulusan melalui surat kabar.

Komunikasi merupakan proses saling berhubungan dan saling menyampaikan pesan antara antara dua belah pihak dengan menggunakan media tertentu. Peristiwa komunikasi dapat terjadi dalam beberapa bentuk, seperti mendengarkan radio, menonton televisi, berbicara langsung, menulis surat, menelepon, dan lain sebagainya. Komunikasi dapat terjadi jika terdapat beberapa unsur sebagai berikut:

1.    Adanya pihak yang menyampaikan pesan yang disebut dengan komunikator.

2.    Adanya pesan-pesan yang disampaikan oleh komunikator yang disebut dengan massage.

3.    Adanya alat atau media yang digunakan untuk memperlancar proses komunikasi.

4.    Adanya pihak yang menerima pesan yang disebut dengan komunikan.

5.    Adanya umpan balik (feedback) antara kedua belah pihak yang terlibat dalam proses komunikasi.

Kontak sosial dan komunikasi antara dua pihak atau lebih itulah yang memungkinkan terjadinya interaksi sosial dalam kehidupan masyarakat. Kontak sosial yang terjalin antara individu dengan individu, antara indidivu dengan kelompok, atau antara kelompok dengan kelompok tidak selalu menghasilkan komunikasi yang positif. Ada kalanya kontaksosial

yang positif dapat diperhatikan pada beberapa contoh komunikasi, seperti: antara dokter dengan pasien di rumah sakit, antara mahasiswa dengan dosen di kampus, antara penceramah dengan para hadirin, antara ulama dengan para santri, dan lain sebagainya. Sedangkan kontaksosial  yang  menghasilkan  komunikasi  yang  negatif  dapat  diperhatikan  pada beberapa contoh komunikasi, seperti: antara sekawanan penodong dengan para penumpang bus, antara sekumpulan pemuda pecandu narkoba, antara sekumpulan perempuan yang menggunjingkan aib temannya, dan lain sebagainya.

Blog Pendidikan

Blog sumber referensi pendidikan daring yang banyak memuat konten hasil alih media dari Buku Sekolah Elektronik. Dikelola secara mandiri oleh Muhammad Fadillah Arsa.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *